Generasi Z
Lahir 1997–2013
Penelitian - Generasi Z - 2026
Analisis 71 respons kuesioner dengan kerangka TPB yang diperluas - Status Consumption, Country of Origin, Health Consciousness, Brand Image, Hedonic Motivation.
Dari 71 respons yang masuk, sebanyak 59 responden lolos saringan (Generasi Z, usia ≥ 18 tahun, dan pernah mendengar produk alkohol impor). Skor diukur pada skala Likert 1–5.
Konstruk dengan skor tertinggi adalah Health Consciousness (kesadaran kesehatan) - wajar untuk topik alkohol. Sebaliknya, Subjective Norm memiliki skor terendah, menunjukkan tekanan sosial yang relatif lemah. Niat beli (PI) berada di titik netral, sekitar 3.05.
Seluruh konstruk menunjukkan reliabilitas yang sangat baik (Cronbach's α > 0.86), sehingga instrumen layak digunakan untuk analisis lanjutan seperti PLS-SEM.
Tiga pertanyaan saringan menentukan kelayakan partisipan. Hanya yang menjawab "Ya" pada ketiganya yang dianalisis.
Lahir 1997–2013
Sesuai batas legal
Pernah dengar alkohol impor
Bar mendatar = mean skor (1–5). Garis pendek di tiap bar = standar deviasi. Garis merah putus-putus pada 3.0 adalah titik netral.
Nilai α > 0.7 dianggap reliabel. Semua konstruk dalam studi ini melampaui ambang tersebut.
| Konstruk | Item | Mean | SD | Median | Cronbach α | Kualitas |
|---|
Pilih konstruk untuk melihat distribusi Likert 1–5 (%) untuk setiap pertanyaan.
| Kode | Pertanyaan | Mean | SD | N |
|---|
Heatmap Pearson. Warna lebih tua = korelasi lebih kuat (merah negatif, hijau positif). Klik sel untuk detail.
Variabel apa yang paling kuat menjelaskan niat beli pada sampel ini?
Pilihan artikel jurnal terindeks Scopus / Q1 yang paling relevan dengan model penelitian.
Model TPB diperluas dengan alcohol identity dan norma deskriptif - relevan untuk uji hipotesis ATT/SN/PBC → PI.
→ BacaKonteks Muslim-majority Asia Tenggara, model SOR, fokus Gen Z - paling dekat secara geografis & demografis.
→ BacaCOO → PI dimediasi oleh Brand Image dan Attitude - landasan untuk hipotesis mediasi.
→ BacaStudi COO terhadap wine impor di Tiongkok - paling dekat dengan objek penelitian Anda.
→ BacaSampel & konteks sangat dekat (Gen Z Jakarta). Acuan untuk strukturasi instrumen.
→ BacaKesadaran kesehatan sebagai prediktor PI pada beverage - paralel dengan konstruk HC Anda.
→ BacaKonteks Muslim Indonesia + produk impor - penting untuk diskusi etika & batasan studi.
→ BacaStatus consumption + premium alcohol - pondasi untuk konstruk SC Anda.
→ BacaDipetakan ke pola jawaban responden. Klik filter di bawah untuk fokus pada satu tema.
Temuan: SC = 3.42 · HM = 2.97 - moderat ke bawah. Status sebagai pendorong terbatas; sebagian responden tetap tertarik karena alasan kesenangan, namun bukan motif utama.
Temuan: COO = 3.69 · BI = 4.00 - tinggi. Konsumen mempertimbangkan negara asal dan reputasi merek; produk dari negara maju dinilai lebih berkualitas (COO3 mean = 3.95).
Temuan: HC = 4.20 (tertinggi). Kesadaran kesehatan menjadi hambatan dominan. HC1 (memperhatikan dampak kesehatan) mean = 4.29.
Temuan: SN = 2.77 (terendah). Tekanan sosial untuk mencoba alkohol impor lemah. SN3 ("ada tekanan sosial") mean hanya 2.48. Konsisten dengan konteks Indonesia mayoritas Muslim.
Temuan: PI = 3.05 (netral). Item PI2 ("akan beli dalam waktu dekat") = 2.70, sedangkan PI1 ("berniat mencoba di masa depan") = 3.34 - ambivalensi antara niat mencoba vs aksi nyata.
Temuan: Skrining menggugurkan ~17% sampel (12 dari 71) karena belum legal usia atau belum aware. Konteks halal/non-halal penting untuk diskusi etika riset & batasan generalisasi.
Bahasa Inggris (default untuk database internasional) dan versi Bahasa Indonesia (untuk Garuda, Sinta, OneSearch). Klik Salin untuk menyalin.