Tentang dokumen ini
Dokumen ini menjelaskan apa yang ditampilkan di halaman laporan, dari mana data berasal, bagaimana setiap angka dihitung, dan untuk apa angka itu digunakan. Tujuannya agar siapa pun yang menggunakan aplikasi ini - pembimbing, kolega, atau Anda sendiri di masa depan - dapat memverifikasi hasil tanpa menebak.
- Konstruk
- Variabel laten (tidak diukur langsung) yang dioperasionalisasi melalui sekumpulan item pertanyaan. Contoh: Brand Image diukur dengan 5 item Likert.
- Item
- Satu pertanyaan kuesioner. Skor 1 (Sangat Tidak Setuju) sampai 5 (Sangat Setuju).
- Skor konstruk
- Rata-rata aritmatik (composite mean) dari skor seluruh item dalam konstruk tersebut untuk satu responden.
- Reliabilitas
- Konsistensi internal antar-item dalam satu konstruk. Diukur dengan Cronbach's α.
- Validitas konvergen / diskriminan
- Apakah item dalam satu konstruk benar-benar mengukur hal yang sama, dan apakah berbeda dari konstruk lain. Tidak dihitung di aplikasi ini - perlu PLS-SEM (SmartPLS).
Alur pengolahan data
Data mentah dari Google Forms (file .xlsx) diproses melalui tujuh tahap. Versi browser (impor langsung di halaman utama) mengikuti alur yang sama persis dengan versi Python (generate_data.py).
-
Pembacaan file Excel
Sheet pertama dibaca. Header (baris 1) dipakai untuk identifikasi kolom. Baris kosong dibuang.
-
Identifikasi kolom berdasarkan urutan
Aplikasi merujuk kolom Excel berdasarkan urutan dari kiri (1, 2, 3, …, 49) — bukan huruf kolom Excel (A, B, C, …). Pemetaan: kolom 1 (Excel A) = Timestamp · kolom 2 (Excel B) = Email · kolom 3 (Excel C) = Consent · kolom 4–6 (Excel D–F) = pertanyaan saringan · kolom 7–49 (Excel G–AW) = 43 item Likert.
Catatan penamaan: "Kolom 7" di sini berarti kolom ketujuh dari kiri (= ExcelG), bukan cellC7di Excel. Excel menggunakan huruf untuk kolom (A, B, C, ...), sedangkan dokumen ini memakai nomor urut agar konsisten dengan kode program. -
Penghitungan jumlah respons mentah
Distribusi jawaban kolom 4 (Generasi Z), kolom 5 (≥ 18 tahun), kolom 6 (awareness alkohol impor) dihitung sebelum filter — untuk visualisasi screening di section 02 laporan utama.
-
Filter responden valid
Hanya responden yang menjawab
Yapada kolom 4 dan kolom 5 dan kolom 6 yang dimasukkan ke analisis lanjutan. Pada data bawaan: 59 dari 71. -
Konversi tipe numerik
Skor Likert dipaksa menjadi
float. Nilai yang tidak bisa dikonversi (mis. teks atau kosong) menjadinulldan dikeluarkan dari perhitungan per-item. -
Komputasi statistik
Per item: mean, SD, distribusi Likert 1–5. Per konstruk: skor responden, Cronbach's α, mean/SD agregat. Antar konstruk: matriks korelasi Pearson 9×9.
-
Render di UI
Semua hasil dikemas dalam
window.SURVEY_DATAdan diteruskan keSURVEY_APP.render(). Chart.js + custom DOM menggambar visualisasi.
Sembilan konstruk penelitian
Penelitian ini mengadaptasi Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991) dengan menambahkan lima konstruk pendukung yang relevan dengan konteks produk impor & Generasi Z.
Status Consumption (Konsumsi Status)
Apa yang diukur? Kecenderungan responden membeli produk untuk mengangkat citra sosial dan memperlihatkan status. Berdasarkan Eastman, Goldsmith & Flynn (1999).
Untuk apa? Memprediksi Attitude dan Purchase Intention pada produk impor (yang sering dianggap simbol status). Konstruk ini juga berkaitan erat dengan Hedonic Motivation.
Jumlah item: 5 (SC1–SC5) di Excel kolom G–K (urutan ke-7 sampai 11).
- SC1 Tertarik beli produk yang tingkatkan citra sosial
- SC2 Lebih percaya diri dengan produk bergengsi
- SC3 Pilih produk yang mencerminkan status sosial
- SC4 Produk eksklusif lebih menarik
- SC5 Menikmati produk simbol status
Country of Origin (Negara Asal)
Apa yang diukur? Sejauh mana persepsi terhadap negara asal produk mempengaruhi penilaian konsumen. Adaptasi dari Roth & Romeo (1992), Pappu et al. (2007).
Untuk apa? Untuk produk alkohol impor, COO sangat relevan - wine dari Prancis, whisky dari Skotlandia, beer dari Belgia. Konstruk ini memprediksi Brand Image dan Purchase Intention.
Jumlah item: 5 (COO1–COO5) di Excel kolom L–P (urutan ke-12 sampai 16).
- COO1 Negara asal mempengaruhi penilaian kualitas
- COO2 Lebih percaya produk dari negara tertentu
- COO3 Produk impor dari negara maju dianggap lebih berkualitas
- COO4 Pertimbangkan negara asal sebelum membeli
- COO5 Citra negara mempengaruhi persepsi produk
Health Consciousness (Kesadaran Kesehatan)
Apa yang diukur? Tingkat perhatian responden terhadap kesehatan dalam pengambilan keputusan konsumsi. Adaptasi dari Gould (1988), Michaelidou & Hassan (2008).
Untuk apa? Dalam konteks alkohol, HC diharapkan menjadi hambatan (penghambat) Attitude dan Purchase Intention. Tren global sober curious menunjukkan Gen Z lebih health-conscious.
Jumlah item: 4 (HC1–HC4) di Excel kolom Q–T (urutan ke-17 sampai 20).
- HC1 Memperhatikan dampak kesehatan produk
- HC2 Menghindari produk berisiko kesehatan
- HC3 Pertimbangkan dampak kesehatan alkohol
- HC4 Kesadaran kesehatan mempengaruhi pilihan alkohol
Brand Image (Citra Merek)
Apa yang diukur? Persepsi positif terhadap merek - reputasi, kualitas, kepercayaan. Adaptasi dari Keller (1993), Aaker (1996).
Untuk apa? Sering bertindak sebagai mediator antara COO dan Purchase Intention. Konsumen percaya pada merek mapan, terutama untuk kategori produk yang sulit dinilai sebelum dikonsumsi seperti alkohol.
Jumlah item: 5 (BI1–BI5) di Excel kolom U–Y (urutan ke-21 sampai 25).
- BI1 Lebih memilih merek terkenal
- BI2 Merek faktor penting dalam pembelian
- BI3 Merek terkenal mencerminkan kualitas lebih baik
- BI4 Membeli berdasarkan reputasi merek
- BI5 Lebih yakin dengan merek mapan
Attitude (Sikap)
Apa yang diukur? Evaluasi positif vs negatif terhadap perilaku membeli alkohol impor. Komponen TPB klasik (Ajzen, 1991).
Untuk apa? Salah satu prediktor utama Purchase Intention dalam kerangka TPB. Berbeda dari Brand Image - ATT spesifik pada perilaku, BI pada produk/merek.
Jumlah item: 6 (ATT1–ATT6) di Excel kolom Z–AE (urutan ke-26 sampai 31).
- ATT1 Pandangan positif terhadap alkohol impor
- ATT2 Mencoba alkohol impor jadi pengalaman menyenangkan
- ATT3 Alkohol impor menarik untuk dicoba
- ATT4 Persepsi baik terhadap kualitas alkohol impor
- ATT5 Membeli alkohol impor keputusan baik
- ATT6 Alkohol impor pilihan menguntungkan
Subjective Norm (Norma Subjektif)
Apa yang diukur? Tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan/tidak melakukan perilaku. Komponen TPB.
Untuk apa? Memprediksi PI bersama ATT dan PBC. Untuk konteks Indonesia (mayoritas Muslim), SN diharapkan rendah karena alkohol terasosiasi dengan haram dan kurang didorong oleh lingkungan sosial.
Jumlah item: 4 (SN1–SN4) di Excel kolom AF–AI (urutan ke-32 sampai 35).
- SN1 Orang penting mendorong saya mencoba
- SN2 Teman mendorong saya mencoba
- SN3 Ada tekanan sosial untuk mencoba
- SN4 Ikuti pendapat orang terdekat dalam memilih
Perceived Behavioral Control
Apa yang diukur? Persepsi kemudahan/kemampuan untuk melakukan perilaku - meliputi akses, informasi, dan sumber daya. Komponen TPB.
Untuk apa? Memprediksi PI dan juga dapat langsung memprediksi actual behavior. Tinggi PBC = responden merasa mampu membeli alkohol impor jika mau.
Jumlah item: 5 (PBC1–PBC5) di Excel kolom AJ–AN (urutan ke-36 sampai 40).
- PBC1 Mampu mengontrol keputusan beli alkohol impor
- PBC2 Memiliki akses untuk mendapatkan alkohol impor
- PBC3 Cukup informasi untuk memilih alkohol impor
- PBC4 Mudah menentukan pilihan alkohol impor
- PBC5 Cukup sumber daya untuk membeli alkohol impor
Purchase Intention (Niat Beli)
Apa yang diukur? Variabel dependen utama penelitian - niat membeli alkohol impor. Adaptasi dari Dodds, Monroe & Grewal (1991).
Untuk apa? Outcome variable. Semua konstruk lain (SC, COO, HC, BI, ATT, SN, PBC, HM) dihipotesiskan memprediksi PI baik secara langsung maupun melalui mediator.
Jumlah item: 4 (PI1–PI4) di Excel kolom AO–AR (urutan ke-41 sampai 44).
- PI1 Berniat mencoba alkohol impor di masa depan
- PI2 Berencana membeli alkohol impor dalam waktu dekat
- PI3 Kemungkinan akan membeli alkohol impor
- PI4 Akan berusaha membeli saat ada kesempatan
Hedonic Motivation (Motivasi Hedonis)
Apa yang diukur? Motivasi berbasis kesenangan, sensasi, dan pengalaman positif. Adaptasi dari Venkatesh et al. (2012), Hirschman & Holbrook (1982).
Untuk apa? Memprediksi PI khususnya untuk produk pengalaman seperti alkohol. Sering bekerja bersama SC dalam menjelaskan konsumsi produk premium.
Jumlah item: 5 (HM1–HM5) di Excel kolom AS–AW (urutan ke-45 sampai 49).
- HM1 Tertarik karena memberi pengalaman menyenangkan
- HM2 Mengonsumsi alkohol impor terasa menyenangkan
- HM3 Menikmati sensasi saat mencoba
- HM4 Aktivitas yang menghibur
- HM5 Terdorong untuk kesenangan pribadi
Item kuesioner lengkap
Total 43 item Likert (Excel kolom G–AW, urutan ke-7 sampai 49), dikelompokkan ke 9 konstruk. Tiap item dinilai pada skala 1–5: 1 Sangat Tidak Setuju, 2 Tidak Setuju, 3 Netral, 4 Setuju, 5 Sangat Setuju.
Selain itu, tiga pertanyaan saringan (Excel kolom D–F, urutan 4–6) berformat Ya/Tidak untuk memastikan kelayakan responden, dan satu pertanyaan persetujuan (Excel kolom C, urutan 3).
| Excel kolom | Urutan | Kode item | Konstruk | Pertanyaan singkat |
|---|---|---|---|---|
A | 1 | — | — | Timestamp |
B | 2 | — | — | Email Address |
C | 3 | — | — | Consent / Kesediaan |
D | 4 | — | — | Apakah Generasi Z? |
E | 5 | — | — | Usia ≥ 18 tahun? |
F | 6 | — | — | Pernah dengar alkohol impor? |
G | 7 | SC1 | SC | Tertarik beli produk tingkatkan citra sosial |
H | 8 | SC2 | SC | Percaya diri dengan produk bergengsi |
I | 9 | SC3 | SC | Pilih produk mencerminkan status |
J | 10 | SC4 | SC | Produk eksklusif lebih menarik |
K | 11 | SC5 | SC | Menikmati produk simbol status |
L | 12 | COO1 | COO | Negara asal pengaruhi penilaian kualitas |
M | 13 | COO2 | COO | Lebih percaya produk dari negara tertentu |
N | 14 | COO3 | COO | Produk impor negara maju lebih berkualitas |
O | 15 | COO4 | COO | Pertimbangkan negara asal sebelum beli |
P | 16 | COO5 | COO | Citra negara pengaruhi persepsi produk |
Q | 17 | HC1 | HC | Perhatikan dampak kesehatan produk |
R | 18 | HC2 | HC | Hindari produk berisiko kesehatan |
S | 19 | HC3 | HC | Pertimbangkan dampak kesehatan alkohol |
T | 20 | HC4 | HC | Kesadaran kesehatan pengaruhi pilihan alkohol |
U | 21 | BI1 | BI | Lebih memilih merek terkenal |
V | 22 | BI2 | BI | Merek faktor penting dalam pembelian |
W | 23 | BI3 | BI | Merek terkenal cerminkan kualitas lebih baik |
X | 24 | BI4 | BI | Membeli berdasarkan reputasi merek |
Y | 25 | BI5 | BI | Lebih yakin dengan merek mapan |
Z | 26 | ATT1 | ATT | Pandangan positif terhadap alkohol impor |
AA | 27 | ATT2 | ATT | Mencoba alkohol impor menyenangkan |
AB | 28 | ATT3 | ATT | Alkohol impor menarik untuk dicoba |
AC | 29 | ATT4 | ATT | Persepsi baik kualitas alkohol impor |
AD | 30 | ATT5 | ATT | Membeli alkohol impor keputusan baik |
AE | 31 | ATT6 | ATT | Alkohol impor pilihan menguntungkan |
AF | 32 | SN1 | SN | Orang penting mendorong saya mencoba |
AG | 33 | SN2 | SN | Teman mendorong saya mencoba |
AH | 34 | SN3 | SN | Ada tekanan sosial untuk mencoba |
AI | 35 | SN4 | SN | Ikuti pendapat orang terdekat |
AJ | 36 | PBC1 | PBC | Mampu kontrol keputusan beli |
AK | 37 | PBC2 | PBC | Memiliki akses untuk mendapatkan |
AL | 38 | PBC3 | PBC | Cukup informasi untuk memilih |
AM | 39 | PBC4 | PBC | Mudah menentukan pilihan |
AN | 40 | PBC5 | PBC | Cukup sumber daya untuk membeli |
AO | 41 | PI1 | PI | Berniat mencoba di masa depan |
AP | 42 | PI2 | PI | Berencana beli dalam waktu dekat |
AQ | 43 | PI3 | PI | Kemungkinan akan membeli |
AR | 44 | PI4 | PI | Akan berusaha membeli saat ada kesempatan |
AS | 45 | HM1 | HM | Tertarik karena pengalaman menyenangkan |
AT | 46 | HM2 | HM | Mengonsumsi terasa menyenangkan |
AU | 47 | HM3 | HM | Menikmati sensasi saat mencoba |
AV | 48 | HM4 | HM | Aktivitas yang menghibur |
AW | 49 | HM5 | HM | Terdorong untuk kesenangan pribadi |
Statistik yang dihitung
5.1 Statistik deskriptif (mean, SD, median)
Untuk setiap konstruk, skor agregat per responden dihitung dahulu sebagai rata-rata aritmatik (composite mean) dari item-itemnya:
skor_konstruk_responden = mean(item_1, item_2, ..., item_k)
Kemudian dihitung mean, SD, dan median antar responden untuk konstruk tersebut.
5.2 Reliabilitas - Cronbach's α
Mengukur konsistensi internal antar-item dalam satu konstruk. Formulanya:
α = (k / (k − 1)) × (1 − Σ Var(item_i) / Var(total))
dengan k = jumlah item, Var(item_i) = variansi tiap item, dan Var(total) = variansi dari skor total tiap responden.
| Nilai α | Interpretasi | Badge di laporan |
|---|---|---|
| ≥ 0.90 | Excellent - reliabilitas sangat tinggi | Excellent |
| 0.80 – 0.89 | Good - reliabilitas baik | Good |
| 0.70 – 0.79 | Acceptable - masih dapat diterima | Good |
| 0.60 – 0.69 | Questionable - perlu hati-hati | Poor |
| < 0.60 | Poor - pertimbangkan revisi item | Poor |
5.3 Korelasi Pearson antar konstruk
Mengukur kekuatan hubungan linear antar dua konstruk pada responden yang sama. Rumus:
r = Σ (xᵢ − x̄)(yᵢ − ȳ) / √(Σ (xᵢ − x̄)² × Σ (yᵢ − ȳ)²)
Hasilnya berada di rentang [−1, +1]. Tanda positif = kedua konstruk bergerak searah; negatif = berlawanan arah; nol = tidak ada hubungan linear.
- Hitung skor konstruk per responden — composite mean dari item-itemnya. Hasilnya tabel 59 baris × 9 kolom (responden × konstruk).
- Pilih dua kolom konstruk yang ingin dikorelasikan, misalnya kolom ATT dan kolom PI.
- Hitung selisih tiap nilai dari mean kolomnya, kalikan, jumlahkan, lalu dibagi dengan akar dari penyebut (lihat rumus di atas).
- Hasilnya satu angka — itulah r. Lakukan untuk semua pasangan konstruk → matriks 9×9.
| |r| | Kekuatan | Tindakan |
|---|---|---|
| 0.00 – 0.19 | Sangat lemah / tidak ada | Abaikan |
| 0.20 – 0.39 | Lemah | Sebut tapi bukan prediktor utama |
| 0.40 – 0.59 | Sedang | Layak masuk model |
| 0.60 – 0.79 | Kuat | Prediktor penting |
| 0.80 – 1.00 | Sangat kuat | Prediktor dominan |
Contoh dari data Anda
Tiga korelasi terkuat terhadap Purchase Intention (PI):
| Pasangan | r | Arti |
|---|---|---|
| HM ↔ PI | 0.793 | Motivasi hedonis sangat kuat memprediksi niat beli |
| ATT ↔ PI | 0.775 | Sikap positif → niat beli tinggi (TPB klasik) |
| SN ↔ PI | 0.736 | Norma sosial mengikuti niat beli |
Dan dua korelasi terlemah:
| Pasangan | r | Arti |
|---|---|---|
| HC ↔ PI | 0.196 | Kesadaran kesehatan hampir tidak berhubungan dengan niat beli |
| COO ↔ PI | 0.366 | Negara asal lemah pengaruhnya ke PI secara langsung |
Cara membaca heatmap
- Diagonal selalu 1.00 — sebuah konstruk pasti berkorelasi sempurna dengan dirinya sendiri.
- Matriks simetris — sel (i, j) sama dengan (j, i). Itu sebabnya biasanya hanya digambar segitiga bawah.
- Warna hijau pekat = korelasi positif kuat. Krem pucat = lemah. Merah = negatif (tidak ada di data Anda — semua positif).
- Bar chart pendamping mengurutkan semua korelasi terhadap PI — variabel paling atas = prediktor terkuat.
5.4 Distribusi Likert per item
Untuk setiap item, dihitung berapa persen responden memilih masing-masing skor 1, 2, 3, 4, 5. Ditampilkan sebagai stacked horizontal bar chart dengan kode warna:
- 1 - Sangat Tidak Setuju
- 2 - Tidak Setuju
- 3 - Netral
- 4 - Setuju
- 5 - Sangat Setuju
Tujuannya untuk melihat polarisasi jawaban: item dengan banyak skor ekstrem (1 dan 5) berarti membelah responden; item dengan distribusi terpusat di tengah berarti opini netral.
Cara impor data baru dari UI
Di bagian atas halaman laporan, terdapat bar dengan tombol Impor .xlsx. Anda juga dapat menyeret & melepas file di area drop zone.
-
Pastikan struktur kolom sesuai
File harus memiliki minimal 49 kolom dalam urutan yang sama: Timestamp (1), Email (2), Consent (3), Generasi Z (4), Usia ≥ 18 (5), Awareness (6), lalu 43 item Likert (7–49). Pengunduhan ulang langsung dari Google Forms akan menghasilkan struktur yang benar.
-
Klik tombol impor atau drag file
Parser SheetJS akan membaca sheet pertama. Notifikasi toast akan muncul dengan status (memproses, berhasil, atau error).
-
Visualisasi diperbarui otomatis
Semua chart, tabel reliabilitas, distribusi Likert, dan heatmap di-render ulang dengan data baru. Tidak perlu reload halaman.
-
(Opsional) Unduh
data.jsuntuk deploymentKlik Unduh data.js untuk men-download file yang sudah berisi hasil komputasi. Letakkan di folder
app/dan re-deploy untuk membuat data baru menjadi default. -
Klik Reset untuk kembali ke data bawaan
Halaman akan dimuat ulang dan menggunakan
data.jsyang ada di server.
Cara deploy ke produksi
Web app ini adalah static site tanpa backend. Lihat README.md di root project untuk panduan lengkap. Ringkasan:
Lokal
cd app python -m http.server 8765
Lalu buka http://localhost:8765
Vercel (rekomendasi)
- Push ke Git - push folder
app/(atau seluruh repo) ke GitHub/GitLab/Bitbucket. - Import di Vercel - buka vercel.com/new, pilih repo, set Root Directory ke
app, kosongkan Build Command. - Deploy - klik tombol, tunggu ~30 detik. Anda akan dapat URL
*.vercel.app.
Update data setelah respons bertambah
Dua jalur:
- Cepat (browser only): impor file melalui UI di halaman utama. Perubahan hanya berlaku di sesi tersebut.
- Permanen: impor → klik Unduh data.js → replace file di folder
app/→ push ke Git → Vercel akan re-deploy otomatis.
Referensi teoretis
Konstruk-konstruk pada penelitian ini diadaptasi dari literatur berikut. Untuk daftar artikel pendukung yang lebih lengkap, lihat section Literatur dan Tematik di laporan utama.
- Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
- Eastman, J. K., Goldsmith, R. E., & Flynn, L. R. (1999). Status consumption in consumer behavior: Scale development and validation. Journal of Marketing Theory and Practice, 7(3), 41–52.
- Roth, M. S., & Romeo, J. B. (1992). Matching product category and country image perceptions. Journal of International Business Studies, 23(3), 477–497.
- Gould, S. J. (1988). Consumer attitudes toward health and health care: A differential perspective. Journal of Consumer Affairs, 22(1), 96–118.
- Michaelidou, N., & Hassan, L. M. (2008). The role of health consciousness, food safety concern and ethical identity on attitudes and intentions towards organic food. International Journal of Consumer Studies, 32(2), 163–170.
- Keller, K. L. (1993). Conceptualizing, measuring, and managing customer-based brand equity. Journal of Marketing, 57(1), 1–22.
- Dodds, W. B., Monroe, K. B., & Grewal, D. (1991). Effects of price, brand, and store information on buyers' product evaluations. Journal of Marketing Research, 28(3), 307–319.
- Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer acceptance and use of information technology: Extending the unified theory of acceptance and use of technology. MIS Quarterly, 36(1), 157–178.
- Hirschman, E. C., & Holbrook, M. B. (1982). Hedonic consumption: Emerging concepts, methods and propositions. Journal of Marketing, 46(3), 92–101.
- Cronbach, L. J. (1951). Coefficient alpha and the internal structure of tests. Psychometrika, 16(3), 297–334.