Laporan Kuesioner · Dokumentasi

Dokumentasi Teknis · v1.0

Bagaimana data diolah, dianalisis, dan ditampilkan.

Penjelasan lengkap mengenai sembilan konstruk penelitian, perhitungan statistik (Cronbach's α, korelasi Pearson), serta cara memperbarui data melalui fitur impor di halaman utama.

01

Tentang dokumen ini

Dokumen ini menjelaskan apa yang ditampilkan di halaman laporan, dari mana data berasal, bagaimana setiap angka dihitung, dan untuk apa angka itu digunakan. Tujuannya agar siapa pun yang menggunakan aplikasi ini - pembimbing, kolega, atau Anda sendiri di masa depan - dapat memverifikasi hasil tanpa menebak.

Definisi singkat istilah-istilah penting
Konstruk
Variabel laten (tidak diukur langsung) yang dioperasionalisasi melalui sekumpulan item pertanyaan. Contoh: Brand Image diukur dengan 5 item Likert.
Item
Satu pertanyaan kuesioner. Skor 1 (Sangat Tidak Setuju) sampai 5 (Sangat Setuju).
Skor konstruk
Rata-rata aritmatik (composite mean) dari skor seluruh item dalam konstruk tersebut untuk satu responden.
Reliabilitas
Konsistensi internal antar-item dalam satu konstruk. Diukur dengan Cronbach's α.
Validitas konvergen / diskriminan
Apakah item dalam satu konstruk benar-benar mengukur hal yang sama, dan apakah berbeda dari konstruk lain. Tidak dihitung di aplikasi ini - perlu PLS-SEM (SmartPLS).
02

Alur pengolahan data

Data mentah dari Google Forms (file .xlsx) diproses melalui tujuh tahap. Versi browser (impor langsung di halaman utama) mengikuti alur yang sama persis dengan versi Python (generate_data.py).

  1. Pembacaan file Excel

    Sheet pertama dibaca. Header (baris 1) dipakai untuk identifikasi kolom. Baris kosong dibuang.

  2. Identifikasi kolom berdasarkan urutan

    Aplikasi merujuk kolom Excel berdasarkan urutan dari kiri (1, 2, 3, …, 49) — bukan huruf kolom Excel (A, B, C, …). Pemetaan: kolom 1 (Excel A) = Timestamp · kolom 2 (Excel B) = Email · kolom 3 (Excel C) = Consent · kolom 4–6 (Excel D–F) = pertanyaan saringan · kolom 7–49 (Excel G–AW) = 43 item Likert.

    Catatan penamaan: "Kolom 7" di sini berarti kolom ketujuh dari kiri (= Excel G), bukan cell C7 di Excel. Excel menggunakan huruf untuk kolom (A, B, C, ...), sedangkan dokumen ini memakai nomor urut agar konsisten dengan kode program.
  3. Penghitungan jumlah respons mentah

    Distribusi jawaban kolom 4 (Generasi Z), kolom 5 (≥ 18 tahun), kolom 6 (awareness alkohol impor) dihitung sebelum filter — untuk visualisasi screening di section 02 laporan utama.

  4. Filter responden valid

    Hanya responden yang menjawab Ya pada kolom 4 dan kolom 5 dan kolom 6 yang dimasukkan ke analisis lanjutan. Pada data bawaan: 59 dari 71.

  5. Konversi tipe numerik

    Skor Likert dipaksa menjadi float. Nilai yang tidak bisa dikonversi (mis. teks atau kosong) menjadi null dan dikeluarkan dari perhitungan per-item.

  6. Komputasi statistik

    Per item: mean, SD, distribusi Likert 1–5. Per konstruk: skor responden, Cronbach's α, mean/SD agregat. Antar konstruk: matriks korelasi Pearson 9×9.

  7. Render di UI

    Semua hasil dikemas dalam window.SURVEY_DATA dan diteruskan ke SURVEY_APP.render(). Chart.js + custom DOM menggambar visualisasi.

03

Sembilan konstruk penelitian

Penelitian ini mengadaptasi Theory of Planned Behavior (Ajzen, 1991) dengan menambahkan lima konstruk pendukung yang relevan dengan konteks produk impor & Generasi Z.

SC

Status Consumption (Konsumsi Status)

Apa yang diukur? Kecenderungan responden membeli produk untuk mengangkat citra sosial dan memperlihatkan status. Berdasarkan Eastman, Goldsmith & Flynn (1999).

Untuk apa? Memprediksi Attitude dan Purchase Intention pada produk impor (yang sering dianggap simbol status). Konstruk ini juga berkaitan erat dengan Hedonic Motivation.

Jumlah item: 5 (SC1–SC5) di Excel kolom G–K (urutan ke-7 sampai 11).

  • SC1 Tertarik beli produk yang tingkatkan citra sosial
  • SC2 Lebih percaya diri dengan produk bergengsi
  • SC3 Pilih produk yang mencerminkan status sosial
  • SC4 Produk eksklusif lebih menarik
  • SC5 Menikmati produk simbol status
COO

Country of Origin (Negara Asal)

Apa yang diukur? Sejauh mana persepsi terhadap negara asal produk mempengaruhi penilaian konsumen. Adaptasi dari Roth & Romeo (1992), Pappu et al. (2007).

Untuk apa? Untuk produk alkohol impor, COO sangat relevan - wine dari Prancis, whisky dari Skotlandia, beer dari Belgia. Konstruk ini memprediksi Brand Image dan Purchase Intention.

Jumlah item: 5 (COO1–COO5) di Excel kolom L–P (urutan ke-12 sampai 16).

  • COO1 Negara asal mempengaruhi penilaian kualitas
  • COO2 Lebih percaya produk dari negara tertentu
  • COO3 Produk impor dari negara maju dianggap lebih berkualitas
  • COO4 Pertimbangkan negara asal sebelum membeli
  • COO5 Citra negara mempengaruhi persepsi produk
HC

Health Consciousness (Kesadaran Kesehatan)

Apa yang diukur? Tingkat perhatian responden terhadap kesehatan dalam pengambilan keputusan konsumsi. Adaptasi dari Gould (1988), Michaelidou & Hassan (2008).

Untuk apa? Dalam konteks alkohol, HC diharapkan menjadi hambatan (penghambat) Attitude dan Purchase Intention. Tren global sober curious menunjukkan Gen Z lebih health-conscious.

Jumlah item: 4 (HC1–HC4) di Excel kolom Q–T (urutan ke-17 sampai 20).

  • HC1 Memperhatikan dampak kesehatan produk
  • HC2 Menghindari produk berisiko kesehatan
  • HC3 Pertimbangkan dampak kesehatan alkohol
  • HC4 Kesadaran kesehatan mempengaruhi pilihan alkohol
BI

Brand Image (Citra Merek)

Apa yang diukur? Persepsi positif terhadap merek - reputasi, kualitas, kepercayaan. Adaptasi dari Keller (1993), Aaker (1996).

Untuk apa? Sering bertindak sebagai mediator antara COO dan Purchase Intention. Konsumen percaya pada merek mapan, terutama untuk kategori produk yang sulit dinilai sebelum dikonsumsi seperti alkohol.

Jumlah item: 5 (BI1–BI5) di Excel kolom U–Y (urutan ke-21 sampai 25).

  • BI1 Lebih memilih merek terkenal
  • BI2 Merek faktor penting dalam pembelian
  • BI3 Merek terkenal mencerminkan kualitas lebih baik
  • BI4 Membeli berdasarkan reputasi merek
  • BI5 Lebih yakin dengan merek mapan
ATT

Attitude (Sikap)

Apa yang diukur? Evaluasi positif vs negatif terhadap perilaku membeli alkohol impor. Komponen TPB klasik (Ajzen, 1991).

Untuk apa? Salah satu prediktor utama Purchase Intention dalam kerangka TPB. Berbeda dari Brand Image - ATT spesifik pada perilaku, BI pada produk/merek.

Jumlah item: 6 (ATT1–ATT6) di Excel kolom Z–AE (urutan ke-26 sampai 31).

  • ATT1 Pandangan positif terhadap alkohol impor
  • ATT2 Mencoba alkohol impor jadi pengalaman menyenangkan
  • ATT3 Alkohol impor menarik untuk dicoba
  • ATT4 Persepsi baik terhadap kualitas alkohol impor
  • ATT5 Membeli alkohol impor keputusan baik
  • ATT6 Alkohol impor pilihan menguntungkan
SN

Subjective Norm (Norma Subjektif)

Apa yang diukur? Tekanan sosial yang dirasakan untuk melakukan/tidak melakukan perilaku. Komponen TPB.

Untuk apa? Memprediksi PI bersama ATT dan PBC. Untuk konteks Indonesia (mayoritas Muslim), SN diharapkan rendah karena alkohol terasosiasi dengan haram dan kurang didorong oleh lingkungan sosial.

Jumlah item: 4 (SN1–SN4) di Excel kolom AF–AI (urutan ke-32 sampai 35).

  • SN1 Orang penting mendorong saya mencoba
  • SN2 Teman mendorong saya mencoba
  • SN3 Ada tekanan sosial untuk mencoba
  • SN4 Ikuti pendapat orang terdekat dalam memilih
PBC

Perceived Behavioral Control

Apa yang diukur? Persepsi kemudahan/kemampuan untuk melakukan perilaku - meliputi akses, informasi, dan sumber daya. Komponen TPB.

Untuk apa? Memprediksi PI dan juga dapat langsung memprediksi actual behavior. Tinggi PBC = responden merasa mampu membeli alkohol impor jika mau.

Jumlah item: 5 (PBC1–PBC5) di Excel kolom AJ–AN (urutan ke-36 sampai 40).

  • PBC1 Mampu mengontrol keputusan beli alkohol impor
  • PBC2 Memiliki akses untuk mendapatkan alkohol impor
  • PBC3 Cukup informasi untuk memilih alkohol impor
  • PBC4 Mudah menentukan pilihan alkohol impor
  • PBC5 Cukup sumber daya untuk membeli alkohol impor
PI

Purchase Intention (Niat Beli)

Apa yang diukur? Variabel dependen utama penelitian - niat membeli alkohol impor. Adaptasi dari Dodds, Monroe & Grewal (1991).

Untuk apa? Outcome variable. Semua konstruk lain (SC, COO, HC, BI, ATT, SN, PBC, HM) dihipotesiskan memprediksi PI baik secara langsung maupun melalui mediator.

Jumlah item: 4 (PI1–PI4) di Excel kolom AO–AR (urutan ke-41 sampai 44).

  • PI1 Berniat mencoba alkohol impor di masa depan
  • PI2 Berencana membeli alkohol impor dalam waktu dekat
  • PI3 Kemungkinan akan membeli alkohol impor
  • PI4 Akan berusaha membeli saat ada kesempatan
HM

Hedonic Motivation (Motivasi Hedonis)

Apa yang diukur? Motivasi berbasis kesenangan, sensasi, dan pengalaman positif. Adaptasi dari Venkatesh et al. (2012), Hirschman & Holbrook (1982).

Untuk apa? Memprediksi PI khususnya untuk produk pengalaman seperti alkohol. Sering bekerja bersama SC dalam menjelaskan konsumsi produk premium.

Jumlah item: 5 (HM1–HM5) di Excel kolom AS–AW (urutan ke-45 sampai 49).

  • HM1 Tertarik karena memberi pengalaman menyenangkan
  • HM2 Mengonsumsi alkohol impor terasa menyenangkan
  • HM3 Menikmati sensasi saat mencoba
  • HM4 Aktivitas yang menghibur
  • HM5 Terdorong untuk kesenangan pribadi
04

Item kuesioner lengkap

Total 43 item Likert (Excel kolom G–AW, urutan ke-7 sampai 49), dikelompokkan ke 9 konstruk. Tiap item dinilai pada skala 1–5: 1 Sangat Tidak Setuju, 2 Tidak Setuju, 3 Netral, 4 Setuju, 5 Sangat Setuju.

Selain itu, tiga pertanyaan saringan (Excel kolom D–F, urutan 4–6) berformat Ya/Tidak untuk memastikan kelayakan responden, dan satu pertanyaan persetujuan (Excel kolom C, urutan 3).

Cara membaca tabel pemetaan kolom di bawah: Kolom "Excel" memakai huruf seperti yang muncul di header Excel (A, B, ..., AW). Kolom "Urutan" memakai nomor posisi dari kiri (1, 2, ..., 49). Kedua notasi ini merujuk ke kolom yang sama persis — A = urutan 1, B = urutan 2, ..., G = urutan 7, dst.
Excel kolomUrutanKode itemKonstrukPertanyaan singkat
A1Timestamp
B2Email Address
C3Consent / Kesediaan
D4Apakah Generasi Z?
E5Usia ≥ 18 tahun?
F6Pernah dengar alkohol impor?
G7SC1SCTertarik beli produk tingkatkan citra sosial
H8SC2SCPercaya diri dengan produk bergengsi
I9SC3SCPilih produk mencerminkan status
J10SC4SCProduk eksklusif lebih menarik
K11SC5SCMenikmati produk simbol status
L12COO1COONegara asal pengaruhi penilaian kualitas
M13COO2COOLebih percaya produk dari negara tertentu
N14COO3COOProduk impor negara maju lebih berkualitas
O15COO4COOPertimbangkan negara asal sebelum beli
P16COO5COOCitra negara pengaruhi persepsi produk
Q17HC1HCPerhatikan dampak kesehatan produk
R18HC2HCHindari produk berisiko kesehatan
S19HC3HCPertimbangkan dampak kesehatan alkohol
T20HC4HCKesadaran kesehatan pengaruhi pilihan alkohol
U21BI1BILebih memilih merek terkenal
V22BI2BIMerek faktor penting dalam pembelian
W23BI3BIMerek terkenal cerminkan kualitas lebih baik
X24BI4BIMembeli berdasarkan reputasi merek
Y25BI5BILebih yakin dengan merek mapan
Z26ATT1ATTPandangan positif terhadap alkohol impor
AA27ATT2ATTMencoba alkohol impor menyenangkan
AB28ATT3ATTAlkohol impor menarik untuk dicoba
AC29ATT4ATTPersepsi baik kualitas alkohol impor
AD30ATT5ATTMembeli alkohol impor keputusan baik
AE31ATT6ATTAlkohol impor pilihan menguntungkan
AF32SN1SNOrang penting mendorong saya mencoba
AG33SN2SNTeman mendorong saya mencoba
AH34SN3SNAda tekanan sosial untuk mencoba
AI35SN4SNIkuti pendapat orang terdekat
AJ36PBC1PBCMampu kontrol keputusan beli
AK37PBC2PBCMemiliki akses untuk mendapatkan
AL38PBC3PBCCukup informasi untuk memilih
AM39PBC4PBCMudah menentukan pilihan
AN40PBC5PBCCukup sumber daya untuk membeli
AO41PI1PIBerniat mencoba di masa depan
AP42PI2PIBerencana beli dalam waktu dekat
AQ43PI3PIKemungkinan akan membeli
AR44PI4PIAkan berusaha membeli saat ada kesempatan
AS45HM1HMTertarik karena pengalaman menyenangkan
AT46HM2HMMengonsumsi terasa menyenangkan
AU47HM3HMMenikmati sensasi saat mencoba
AV48HM4HMAktivitas yang menghibur
AW49HM5HMTerdorong untuk kesenangan pribadi
05

Statistik yang dihitung

5.1 Statistik deskriptif (mean, SD, median)

Untuk setiap konstruk, skor agregat per responden dihitung dahulu sebagai rata-rata aritmatik (composite mean) dari item-itemnya:

skor_konstruk_responden = mean(item_1, item_2, ..., item_k)

Kemudian dihitung mean, SD, dan median antar responden untuk konstruk tersebut.

Mengapa composite mean, bukan total score? Karena jumlah item per konstruk berbeda (4, 5, atau 6), composite mean menjaga skor tetap berada di rentang 1–5 dan dapat diperbandingkan langsung antar konstruk.

5.2 Reliabilitas - Cronbach's α

Mengukur konsistensi internal antar-item dalam satu konstruk. Formulanya:

α = (k / (k − 1)) × (1 − Σ Var(item_i) / Var(total))

dengan k = jumlah item, Var(item_i) = variansi tiap item, dan Var(total) = variansi dari skor total tiap responden.

Nilai αInterpretasiBadge di laporan
≥ 0.90Excellent - reliabilitas sangat tinggiExcellent
0.80 – 0.89Good - reliabilitas baikGood
0.70 – 0.79Acceptable - masih dapat diterimaGood
0.60 – 0.69Questionable - perlu hati-hatiPoor
< 0.60Poor - pertimbangkan revisi itemPoor
Catatan: α tinggi tidak menjamin validitas. α hanya menunjukkan bahwa item-item bertindak konsisten - tidak menjawab apakah mereka benar-benar mengukur konstruk yang dimaksud. Untuk validitas konvergen, hitung AVE; untuk diskriminan, gunakan kriteria Fornell-Larcker atau HTMT (pakai SmartPLS).

5.3 Korelasi Pearson antar konstruk

Mengukur kekuatan hubungan linear antar dua konstruk pada responden yang sama. Rumus:

r = Σ (xᵢ − x̄)(yᵢ − ȳ) / √(Σ (xᵢ − x̄)² × Σ (yᵢ − ȳ)²)

Hasilnya berada di rentang [−1, +1]. Tanda positif = kedua konstruk bergerak searah; negatif = berlawanan arah; nol = tidak ada hubungan linear.

Dari mana angka r berasal? Empat tahap:
  1. Hitung skor konstruk per responden — composite mean dari item-itemnya. Hasilnya tabel 59 baris × 9 kolom (responden × konstruk).
  2. Pilih dua kolom konstruk yang ingin dikorelasikan, misalnya kolom ATT dan kolom PI.
  3. Hitung selisih tiap nilai dari mean kolomnya, kalikan, jumlahkan, lalu dibagi dengan akar dari penyebut (lihat rumus di atas).
  4. Hasilnya satu angka — itulah r. Lakukan untuk semua pasangan konstruk → matriks 9×9.
|r|KekuatanTindakan
0.00 – 0.19Sangat lemah / tidak adaAbaikan
0.20 – 0.39LemahSebut tapi bukan prediktor utama
0.40 – 0.59SedangLayak masuk model
0.60 – 0.79KuatPrediktor penting
0.80 – 1.00Sangat kuatPrediktor dominan

Contoh dari data Anda

Tiga korelasi terkuat terhadap Purchase Intention (PI):

PasanganrArti
HM ↔ PI0.793Motivasi hedonis sangat kuat memprediksi niat beli
ATT ↔ PI0.775Sikap positif → niat beli tinggi (TPB klasik)
SN ↔ PI0.736Norma sosial mengikuti niat beli

Dan dua korelasi terlemah:

PasanganrArti
HC ↔ PI0.196Kesadaran kesehatan hampir tidak berhubungan dengan niat beli
COO ↔ PI0.366Negara asal lemah pengaruhnya ke PI secara langsung
Insight penting: Bedakan level (mean) dengan efek (korelasi). Meskipun mean HC tertinggi (4.20 — semua orang sadar kesehatan), efeknya ke PI hampir nol (r=0.20). Artinya: kesadaran kesehatan tidak menghalangi niat beli.

Cara membaca heatmap

  • Diagonal selalu 1.00 — sebuah konstruk pasti berkorelasi sempurna dengan dirinya sendiri.
  • Matriks simetris — sel (i, j) sama dengan (j, i). Itu sebabnya biasanya hanya digambar segitiga bawah.
  • Warna hijau pekat = korelasi positif kuat. Krem pucat = lemah. Merah = negatif (tidak ada di data Anda — semua positif).
  • Bar chart pendamping mengurutkan semua korelasi terhadap PI — variabel paling atas = prediktor terkuat.
Korelasi ≠ kausalitas. r=0.79 antara HM dan PI tidak otomatis berarti "motivasi hedonis menyebabkan niat beli". Bisa sebaliknya, atau ada variabel ketiga. Untuk uji kausal: regresi berganda atau PLS-SEM.
Multikolinearitas — perhatikan! ATT ↔ HM = 0.79, ATT ↔ SN = 0.70, HM ↔ SN = 0.69. Ketiganya saling tumpang tindih. Saat memasukkan ke regresi/SEM, cek VIF (Variance Inflation Factor) untuk memastikan tidak terjadi inflasi error.
Signifikansi statistik (p-value) tidak ditampilkan di aplikasi ini. Untuk n=59, secara kasar r ≥ 0.26 signifikan pada α=0.05. Hitung pasti di SPSS atau R untuk laporan akademik formal.

5.4 Distribusi Likert per item

Untuk setiap item, dihitung berapa persen responden memilih masing-masing skor 1, 2, 3, 4, 5. Ditampilkan sebagai stacked horizontal bar chart dengan kode warna:

  • 1 - Sangat Tidak Setuju
  • 2 - Tidak Setuju
  • 3 - Netral
  • 4 - Setuju
  • 5 - Sangat Setuju

Tujuannya untuk melihat polarisasi jawaban: item dengan banyak skor ekstrem (1 dan 5) berarti membelah responden; item dengan distribusi terpusat di tengah berarti opini netral.

06

Cara impor data baru dari UI

Di bagian atas halaman laporan, terdapat bar dengan tombol Impor .xlsx. Anda juga dapat menyeret & melepas file di area drop zone.

  1. Pastikan struktur kolom sesuai

    File harus memiliki minimal 49 kolom dalam urutan yang sama: Timestamp (1), Email (2), Consent (3), Generasi Z (4), Usia ≥ 18 (5), Awareness (6), lalu 43 item Likert (7–49). Pengunduhan ulang langsung dari Google Forms akan menghasilkan struktur yang benar.

  2. Klik tombol impor atau drag file

    Parser SheetJS akan membaca sheet pertama. Notifikasi toast akan muncul dengan status (memproses, berhasil, atau error).

  3. Visualisasi diperbarui otomatis

    Semua chart, tabel reliabilitas, distribusi Likert, dan heatmap di-render ulang dengan data baru. Tidak perlu reload halaman.

  4. (Opsional) Unduh data.js untuk deployment

    Klik Unduh data.js untuk men-download file yang sudah berisi hasil komputasi. Letakkan di folder app/ dan re-deploy untuk membuat data baru menjadi default.

  5. Klik Reset untuk kembali ke data bawaan

    Halaman akan dimuat ulang dan menggunakan data.js yang ada di server.

Privasi: Semua parsing terjadi di browser Anda. File tidak diunggah ke server mana pun. Aman untuk data sensitif/anonim.
07

Cara deploy ke produksi

Web app ini adalah static site tanpa backend. Lihat README.md di root project untuk panduan lengkap. Ringkasan:

Lokal

cd app
python -m http.server 8765

Lalu buka http://localhost:8765

Vercel (rekomendasi)

  1. Push ke Git - push folder app/ (atau seluruh repo) ke GitHub/GitLab/Bitbucket.
  2. Import di Vercel - buka vercel.com/new, pilih repo, set Root Directory ke app, kosongkan Build Command.
  3. Deploy - klik tombol, tunggu ~30 detik. Anda akan dapat URL *.vercel.app.

Update data setelah respons bertambah

Dua jalur:

  • Cepat (browser only): impor file melalui UI di halaman utama. Perubahan hanya berlaku di sesi tersebut.
  • Permanen: impor → klik Unduh data.js → replace file di folder app/ → push ke Git → Vercel akan re-deploy otomatis.
08

Referensi teoretis

Konstruk-konstruk pada penelitian ini diadaptasi dari literatur berikut. Untuk daftar artikel pendukung yang lebih lengkap, lihat section Literatur dan Tematik di laporan utama.

  • Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
  • Eastman, J. K., Goldsmith, R. E., & Flynn, L. R. (1999). Status consumption in consumer behavior: Scale development and validation. Journal of Marketing Theory and Practice, 7(3), 41–52.
  • Roth, M. S., & Romeo, J. B. (1992). Matching product category and country image perceptions. Journal of International Business Studies, 23(3), 477–497.
  • Gould, S. J. (1988). Consumer attitudes toward health and health care: A differential perspective. Journal of Consumer Affairs, 22(1), 96–118.
  • Michaelidou, N., & Hassan, L. M. (2008). The role of health consciousness, food safety concern and ethical identity on attitudes and intentions towards organic food. International Journal of Consumer Studies, 32(2), 163–170.
  • Keller, K. L. (1993). Conceptualizing, measuring, and managing customer-based brand equity. Journal of Marketing, 57(1), 1–22.
  • Dodds, W. B., Monroe, K. B., & Grewal, D. (1991). Effects of price, brand, and store information on buyers' product evaluations. Journal of Marketing Research, 28(3), 307–319.
  • Venkatesh, V., Thong, J. Y. L., & Xu, X. (2012). Consumer acceptance and use of information technology: Extending the unified theory of acceptance and use of technology. MIS Quarterly, 36(1), 157–178.
  • Hirschman, E. C., & Holbrook, M. B. (1982). Hedonic consumption: Emerging concepts, methods and propositions. Journal of Marketing, 46(3), 92–101.
  • Cronbach, L. J. (1951). Coefficient alpha and the internal structure of tests. Psychometrika, 16(3), 297–334.